Umat Paroki Katedral yang dikasihi Tuhan..

Di penghujung tahun 2018 ini, kembali saya menyampaikan selamat berjumpa kembali dalam media pewartaan ini. Kita bersyukur atas pemeliharaan Tuhan sepanjang 2018 dengan segala suka-duka, pengharapan dan tantangan serta sejumlah pengalaman yang telah kita lalui. Segala pengalaman, entah pahit ataupun manis, dapat menjadi bahan refleksi maupun spirit bagi kita untuk selalu optimis dalam menghadapi hidup dan kehidupan ini.

Sebentar lagi matahari 2018 akan berlalu dan kini kita menantikan fajar baru menyingsing. Sama seperti apa yang sedang kita jalani saat ini, sebuah masa penantian hadirnya “Terang Baru” yang dijanjikan Bapa kepada umat manusia. Terang Baru itu tidak lain adalah Yesus sendiri, Putra yang telah dijanjikanNya untuk menyelamatkan umat kasayanganNya termasuk Saya dan Anda.

Pengutusan Yesus Kristus merupakan puncak dari cinta dan kasih sayang Bapa kepada umat manusia. Jika Bapa saja mau mengasihi kita yang ‘berlepotan dengan lumpur dosa” tentunya kita jauh lebih menyayangi Bapa yang meciptakan, memelihara kita dari saat ke saat. Cara menyayangi Bapa itu, yakni kita menjauhi segala laranganNya dan melaksanakan segala perintahNya yang telah dinyatakan dan diwariskan oleh Putra yang diutusNya itu.

Sebentar lagi kita kembali menyambut Natal, pesta kelahiran Yesus Kristus. Natal, bukanlah sekedar sebuah ritual yang secara rutin kita laksanakan setiap tanggal 25 Desember. Tetapi Natal hendaklah selalu menjadi “kelahiran baru” bagi kita, dengan cara selalu memperbarui diri kita, memperbarui spirit kita dari hal-hal yang tidak berkenan di hati Allah menuju kepada hal-hal yang menyenangkan hatiNya, hati Dia yang begitu besar cintaNya kepada kita.

Berdoa- Nuntia Katedral Denpasar

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam menata hidup ini dan seringkali saya sampaikan bahwa kita tidak boleh pernah berhenti bersyukur, rajin berdoa baik doa pribadi maupun dalam keluarga dan komunitas, rajin mengikuti perayaan Ekaristi, suka membantu sesama sebagaimana sikap solidaritas yang ditunjukkan Yesus sendiri, serta aktif dalam kehidupan sosial baik dalam kehidupan menggereja maupun dalam lapangan kemasyarakatan maupun dalam konteks kehidupan bangsa dan negara seturut panggilan hidup masing-masing.

Semoga fajar baru 2019 sungguh memberikan terang kepada kita, yang dituntun oleh “Terang Baru” sebagai wujud Cinta Bapa dalam meraih segala harapan dan menjadikan hidup kita penuh makna dan berkat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Akhirnya, tidak lupa saya sampaikan proficiat kepada Nuntia yang telah menerbitkan bulletin ini secara rutin dari bulan ke bulan sepanjang tahun ini. Juga apresiasi atas diangkatnya tema “Cinta Bapa” dalam edisi penutup di tahun 2018 ini, sebuah tema yang relevan dengan perutusan Yesus sebagai puncak dari kasih sayangNya kepada kita.

Akhirnya, dari hati yang tulus saya mengucapkan: Selamat memasuki masa Adven, Selamat Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Tuhan Selalu Beserta Kita!

Doa dan Berkat

RD. Herman Yoseph Babey

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *