Umat Paroki Katedral Terkasih..

Salam sukacita dan gembira Paskah untuk kita semua.

Kebangkitan Kristus yang sudah kita rayakan sungguh memberi harapan baru bagi kita dalam menata hidup kita hari ini sekaligus menatap kehidupan di masa depan agar menjadi lebih baik lagi. Setiap saat kita harus terus berjuang supaya kualitas hidup kita menjadi lebih baik dari hari ke hari, apapun beratnya persoalan yang kita hadapi.

Saya menyambut gembira Nuntia Edisi Mei ini yang mengangkat tema Guru Sejati. Guru Sejati yang dimaksud tidak lain adalah Yesus Kristus yang kita Imani. Ada begitu banyak keteladanan dan inspirasi yang patut kita renungkan dan hayati dari pribadi Sang Guru Sejati.

Sikap mengasihi, mengampuni, rela berkorban, bertindak adil, berdiri di pihak kaum miskin dan lemah, menyembuhkan orang sakit, hingga memarahi para pedagang yang berlaku tidak jujur dan mengotori Bait Allah, adalah sejumlah sikap Yesus yang menjadi inspirasi maupun cerminan bagi hidup kita.

Yesus telah mengajarkan pula kepada kita untuk bersedia “memikul Salib hidup” sampai tuntas. Tidak ada kata putus asa dan menyerah dalam kamus hidup Yesus. Dia melakukanNya sampai tuntas, sekalipun nyawa menjadi taruhannya. Semua dilakukanNya demi melepaskan hidup kita dari dosa dan maut. Inilah ketaatan Yesus dalam melaksanakan kehendak BapaNya.

Yesus disebut Guru Sejati karena semua yang dilakukannya adalah kesejatian sikap seorang Gembala. Yesus melakukan semuanya dari dalam hati, sesuatu yang murni, sejati, asli dan semua itu datang dari BapaNya yang di Surga. Sikap Yesus itu bukan sebuah kepura-puraan, bukan untuk dipuja-puji orang, bukan pula sebuah kemunafikan supaya orang berpihak kepadaNya. Yesus juga tidak pernah memberi janji bohong, sebab setiap perkataanNya selalu dijalankannya dengan konsekwen. Tentu hal ini sangat berbeda dengan para pemimpin duniawi yang lebih banyak memberikan janji daripada bukti. Sebagai pengikutNya, kita hendaknya tidak berhenti hanya hadir dalam perayaan Trihari Suci dalam perayaan Paskah, atau hari raya lainnya maupun perayaan Ekaristi yang rutin setiap Minggu bahkan setiap hari, tetapi mari kita mewujudkan apa yang menjadi perintah dan perbuatan Yesus. Inilah yang harus kita laksanakan dan bukan hanya untuk direnungkan, tetapi juga untuk dihayati. Yesus adalah Guru Sejati, kepadaNya lah kita berguru! Amin

Doa dan Berkat

RD. Herman Yoseph Babey

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *